Bakal Ada RS Jantung dan Kanker di Padang

  • 14 Desember 2017
  • David Septian
  • 228 Kali Dilihat
  • Bakal Ada RS Jantung dan Kanker di Padang

    Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dan jajaran menerima Hanny Gunawan Moniaga selaku chairman Indonesia Diaspora Global Health Network di kediaman resmi rumah dinas walikota, Rabu (13/12/2017).

    PADANG.GO.ID -- Jika berjalan dengan baik, Kota Padang bakal memiliki Pusat Kesehatan Jantung dan Kanker di kawasan RSUD dr. Rasyidin. Rencananya akan menggunakan nama "Padang Heart Center" atau PHC, dengan bentuk bangunan menjulang dan memiliki fasilitas setara dengan rumah sakit serupa yang ada di Jakarta dan Singapura.

    "Ya, ada tawaran untuk pembangunan pusat kesehatan jantung dan kanker. Kita ambil peluang itu. Sebagian lahan RSUD memadai untuk dua bangunan menjulang," kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah di kediaman, Rabu (13/12/2017).

    Menurut Mahyeldi, ada pihak profesional yang akan mengelola dan mendanai pembangunannya, yaitu pengusaha asal Belanda dan dari lembaga Indonesia Diaspora Global Health Network.

    "Dalam waktu dekat pihak lembaga tersebut akan memberikan gambaran lebih detail terkait rencana pembangunannya," ujar Wako.

    Sejauh ini, kata Walikota, baru sebatas pembicaraan awal dengan beberapa SKPD terkait.

    "Bila sudah mendapatkan kepastian, Pemko Padang akan membicarakannya dengan semua elemen, pastinya juga ke legislatif," tutupnya.

    Sebelumnya, Senin (11/12) lalu, Walikota Padang bersama beberapa pimpinan SKPD dan RSUD menerima Hanny Gunawan Moniaga selaku chairman Indonesia Diaspora Global Health Network di kediaman. Beserta Hanny juga ada Frank Andreas, pengusaha asal Belanda serta beberapa relasinya.

    Pertemuan di rumah Jalan A Yani 11 tersebut membahas pembangunan Rumah Sakit atau Pusat Kesehatan Jantung dan Kanker di Kota Padang.

    "Kota Padang cocok untuk lokasi RS Jantung dan Kanker. Selain udaranya masih bersih, akses ke sini juga mudah," kata Hanny.

    Dia menambahkan, RS itu nantinya akan dimiliki oleh Pemerintah Daerah, namun pengelolaan manajemennya mendatangkan pihak profesional.

    "RS itu nantinya punya Pemda, pengadaan peralatan dan pengelolaannya kami bantu," sebutnya. (Rel)

    Admin :
    David Septian